Ada Perjumpaan dan Ada Perpisahan

5 Feb 2011

Berita meninggalnya salah satu selebritis Adjie Masaid, jujur sebenernya bikin gw kaget bak disamber petir di siang bolong, rasa kaget gw sich sebenernya bukan karena almarhum Adjie Masaid itu saudara gw bukan jugasahabat gw,tapi semua orang pasti jugaengga nyangka, fasalnya Almarhum engga terdengar isu bahwa dia pernah sakit atau masuk rumah sakit. Ternyata umur ga ada yang tau ya….

Ngomongin masalah ajal, menurut gw adalah masalah yang ga enak banget ya diomongin… tapi itulah hidup. Ada perjumpaan pasti ada perpisahan. Jujur aja dech gw bukan orang yang mudah mengucap selamat tinggal, gw benci hal itu.Mungkin gw terlalu melankolis atau terlalu cengeng.

Bahkan sebenernya sedari kecil kita juga sering diajarkan cara berpisah dengan orang lain. Coba dech lo perhatiin, gerakan apa yang pertama kali di kuasai oleh anak-anak belia?” betul, da-dah atau ga” Kiss Bye. Bukankah itu aneh?. Contohnya anak gw yang kedua si Daffi” dia belum bisa ngomong sepatah katapun tapi dia sudah fasih melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan? Mungkin karena gerakan Da-dah” begitu sederhana dan mudah diikuti. Bisa jadi…

Sedari kecil kita sudah menemui kenyataan pahit bahwa wajah-wajah familiar yang kita lihat, cepat atau lambat pasti akan segera lenyap . Iyakan…”?.

Ayah yang tadi pagi mengendong akan hilang agak lama,sebelum akhirnya kembali muncul saat malam tiba. Bunda yang setiap menit mengecup dan membelai dahi sewaktu waktu akan pamit untuk arisan atau pergi kerja. Kakek &nenek hanya sesekali berkunjung. Om dan tante terlalu sibuk dengan urusan mereka. Teman-teman ditaman menjelang sore harus segera pulang. Semua orang akan pergi. Semua orang akan lenyap. Dan… setiap kali ini terjadi kita hanya bisa ,melakukan sebuah gerakan sederhana yang pernah diajarkan orang tua kita dulu; mengangkat tangan tinggi lalu menggoyangkannya kekanan-kekiri.

Sesungguhnya jarak & waktu hanyalah penyebab kecil. karena diujung semua ini ada satu hal yang selalu sabar menanti untuk memisahkan kita dari semua yang kita cintai, Ya ….. Usia, gw tahu itu.

Para orangtua , sepertinya paham benar , bahwa dalam kehidupan anak-anak mereka nanti akan ada banyak perpisahan yang menghadang. Tapi sebanyak apapun diri gw dipersiapkan, sesering apapun gw di cekokin pelatihan, yang namanya menghadapi perpisahan selalu menyisakan kepedihan. Namun seperti hal lain, yang harus kita terima sebgai kenyataan hidup ( contoh: kebanyakan orang akan berubah warna rambut dari hitam menjadi putih atau kulitnya menjadi keriput setelah beranjak tua) sepertinya gw harus benar-benar belajar umtuk melepaskan sekeliling gw.

Pada satu titik mereka ( atau gw ) akan pergi, dan ketika itu terjadi sepertinya engga ada pilihan lain kecuali menghadapinya lalu meneruskan hidup seperti biasa. Dan sepertinya gw engga perlu khawatir, kalupun akhirnya ada seseorang yang harus pergi dari hidup gw. Mungkin perpisahan hanyalah jalan untuk hadirnya sebuah perjumpaan berikutnya.


TAGS Perjumpaan & perpisahan de iseng


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post